Fertilisasi



27 FEBRUARI '09

FERTILISASI


Fertilisasi adalah bertemunya satu sperma dan satu ovum di oviduct. Ketidakmungkinan ovum bertemu dengan polysperma yaitu karena fertilisasi tersebut dapat menghasilkan gamet yang triploid yang akan mengakibatkan terjadinya kecacatan.

Fungsi dari fertilisasi yaitu :

1. mengabungkan dua sifat (amfixis)

2. determinasi sex (penentuan jenis kelamin )

penentuan jenis kelamin ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu:

· determinasi sex berdasarkan kromosomnya yaitu dengan ammiosenreis dan analisis kromosom

· determinasi sex berdasarkan alat reproduksinya yaitu dengan USG/ URG

· sedangkan determinasi sex berdasarkan hormonal yaitu dengan test hormone pada usia 12/ 13 tahun

3. mempertahankan diploiditas ( 2n )

4. melanjutkan meiosis ovum

Tipe – tipe fertilisasi yaitu :

  1. fertilisasi eksternal

· berada pada lingkungan cair

· terjadi pseudokopulasi

· oposisi ovum dan ejakulasi emisi, yaitu terjadi peletakan ovum dan penyemprotan sperma

· jumlah sperma dan ovum banyak

  1. fertuilisasi internal

· kopulasi penis

· pseudokopulasi kloaka

· terjadi di oviduct dan uterus

· jumlah sperma banyak sedangkan jumlah ovum sedikit

proses dari fertilisasi ini sekilas dapat dijelaskan pada video berikut ini:


video


Video 1. Human Fertilisation

Dua proses utama yang terjadi dalam fertilisasi yaitu reaksi akrosom dan reaksi granula korteks.

1. Fertilisasi dimulai dengan kapasitasi sperma di oviduct, yaitu pemberian energi berupa nutrisi gula, ATP dan lain – lain. Hal ini terjadi karena sperma telah menempuh perjalanan yang sangat panjang untuk dapat sampai di oviduct, dan untuk melanjutkan kembali perjalannanya ke ovum, sperma membutuhkan energi yang cukup.

2. pelepasan glikoprotein oleh ovum, hal ini sebagi reseptor agar sperma menuju ke ovum.

3. ketika sperma bertemu dengan sinyalnya, terjadi dua proses utama yaitu:

· reaksi akrosom

· reaksi granual korteks

· penyatuan sperma dengan ovum memicu terjadinya perubahan tegangan listrik, baik apda membrane plasma sel telur maupun pada granula kortekes yang ada di dalam sel telur. Karena granula korteks ini terganggu, maka granula tersebut pecah lalu pecahan-pecahannya bergabung dan terbentuklahj lapisan vitelin. Lapisan tersebut kemudian mengeras dan akhirnya jadilah membrane fertilisasi yang kedap terhadap sperma yang lain

4. masuknya inti sperma ke dalam sitopalsma ovum mengakibatkan terjadinya perubahan inti dan perubahan inti ini yang merangsang sel telur untuk melanjutkan meisoisnya

5. selanjutnya terjadilah peleburan pronukleus jantan dan betina atau yang lebih dikenal dengan istilh fertilisasi.

0 Comments:

Post a Comment